2 (1)
ROMANTISME PRESIDEN PARTY DENGAN ANAK-ANAK
Oleh: Mukhlis A. Nugroho
Perimetalk 0,1
16 Agustus 2021

Party tentu selalu identik dengan hingar-bingar berbau kebahagiaan tingkat tinggi. Bagi Krisna, Party layaknya sebuah negara yang harus dipimpin tanpa harus berebut kursi presiden. Entah kapan mulainya, hingga kini Krisna menobatkan dirinya sebagai Presiden Party Indonesia. Di sela kesibukannya sebagai Presiden Party, Krisna menyempatkan diri untuk mengunjungi masyarakat musik Indonesia. Layaknya seorang presiden, ia melakukan kunjungan kerja tanpa mendapat honor, uang transportasi, uang konsumsi, bahkan tidak ada fasilitas reimburse biaya naik ojol. Tapi, itu tidak menyurutkan niat terpuji sang Presiden Party untuk mengunjungi beberapa skena musik yang tersebar di Indonesia utamanya di Pulau Jawa.

Di balik perkembangan musik yang begitu pesatnya, Presiden Party menemukan fenomena yang cukup miris. Imbas dari begitu cepatnya arus media digital dan konsumsi musik memberi dampak lumayan buruk bagi anak-anak di bawah umur. Alhasil, Presiden Party memutuskan untuk berhenti bepergian mengunjungi skena musik dan menyimpan misi-misinya untuk sementara waktu. Saat ini ia fokus untuk kampanye tapi bukan dalam acara Pilpres Party Indonesia, melainkan kampanye tentang kepedulian terhadap anak-anak usia di bawah umur.

Kemajuan musik di Indonesia saat ini bergerak sangat cepat. Apalagi didukung dengan media digital yang begitu liar tak terkendali. Orang begitu mudah memproduksi musik dan menyebarkannya hanya dengan hitungan menit. Pesatnya kemajuan musik yang didukung oleh media digital ini sudah jelas dibarengi oleh dampak positif maupun negatif. Presiden party mengamati dari hasil kunjungannya di Pulau Jawa, menyimpulkan bahwa Jawa adalah salah satu daerah yang memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan musik di Indonesia.

Odong-odong

Kampanye tahap pertama dari Presiden Party diawali dengan membuat Odong-Odong. Odong-Odong ini bukan kendaraan mainan yang bisa dinaiki, tapi merupakan sebuah album kompilasi yang bertajuk “Odong-Odong VOL I. Album ini adalah wujud kegelisahan dan keprihatinan Presiden Party melihat anak di bawah umur bernyanyi dan berucap yang seharusnya tidak dilakukan diusianya. Tanpa berniat menyalahkan siapapun, Presiden Party merasa terpanggil dan berargumen bahwa fenomena ini menjadi beban moral bagi seorang musisi. Di era digital seperti saat ini musisi semakin mudah untuk merekam dan menyebarluaskan karya-karyanya mereka. Market yang seharusnya 18+ mau tidak mau juga sampai ke telinga anak usia di bawah umur. Dari sini mari kita jangan lengah memberi perhatian kepada anak-anak di sekeliling kita.

Di dalam album kompilasi ini banyak musisi yang terlibat dari berbagai kota di antaranya adalah Solo, Blitar, Mojokerto, Malang, Purwokerto, dan lain sebagainya. Semua terlibat dengan suka cita dan tanpa embel-embel uang. Presiden Party memberi kebebasan kepada semua musisi untuk membuat musik sesuai dengan karakter masing-masing. Genre musiknya pun tidak ditentukan, biarkan semua bebas supaya bisa sampai juga pesannya kepada anak usia di bawah umur yang sudah terlanjur mendengarkan musik-musik dewasa.

Karya pertama dari album Odong-Odong ini dibuka oleh kawan musisi dari Mojokerto yaitu pemilik akun @manusia_menyimpang dengan judul lagu Hey Mama Papa. Lagu ini bergenre rock yang ia nyanyikan bersama anaknya Rocky Ramones yang masih berusia 4 tahun. Lagu selanjutnya dibawakan oleh musisi asal Malang yaitu Bayu Alonso yang mengaransemen lagu Pelangi-Pelangi ciptaan AT Mahmud. Lagu ketiga berasal dari musisi Kota Kediri dengan nama akun @prrasg atau sering dipanggil Gap, ia mengaransemen lagu Twinkle-Twinkel Little Star karya Jane Taylor. Ketry musisi asal Kota Jepara mencoba mengaransemen lagu Naik Delman karya Pak Kasur menjadi lagu yang keempat dalam album ini.

Musisi asal Sukoharjo Makmur, Sajojo Subekti juga ikut memberi warna dalam album ini dengan lagu Jangan Marah karya Papa T Bob. Selanjutnya suara merdu dari wanita cantik mantan Putri Solo Okfied Susendar melantunkan lagu Abang Tukang Bakso karya Mamo Agil. Lagu Padang Bulan diaransemen ulang oleh grup band asal Solo yaitu Satwika menjadi playlist ketujuh dalam album ini. Lagu kedelapan berjudul Desaku karya L Malik diaransemen oleh musisi asal Salatiga yaitu Dita Cristina.

Kembali lagi ke musisi Jawa Timuran, Putra Triangga mengaransemen lagu Aku Anak Indonesia karya A.T Mahmud. Presiden Party menyumbangkan lagunya berjudul Lebih Berarti yang juga berada dalam album kompilasi ini. Spesial dalam album kompilasi ini kedatangan artis yaitu Shuma Prada yang merupakan anak dari alm Mamik Prakoso, ia membawakan lagu Gundul-Gundul Pacul. Playlist dalam album ini ditutup oleh musisi asal Blitar yaitu Bryan yang membawakan lagu Anak Gembala karya A.T Mahmud.

Semua lagu dalam album Odong-Odong ini bisa dinikmati melalu platfom digital seperti Spotify, Joox, Bandcamp, Google Play, Deezer, Amazonmusic, iTunes, dan lain sebagainya. Lagu anak-anak yang jaman dahulu sudah populer mencoba diaransemen ulang supaya anak-anak jaman sekarang yang telinganya sudah keracunan musik orang dewasa mulai mengenal kembali musik-musik yang pantas mereka dengarkan. Masa anak-anak harusnya diisi dengan bermain bersama, mengenal lingkungan, dan memahami nasihat-nasihat yang terkandung dalam teks lagu anak-anak. Bukannya mengonsumsi lagu-lagu dewasa yang kental berbau percintaan, mengumbar kesengsaraan karena cinta, menampilkan kesedihan karena cinta, yang semua itu tidak harus dinikmati oleh mereka.

Renjana

Kampanye Presiden Party tidak berhenti begitu saja setelah merilis album kompilasi Odong-Odong Vol I, ia lantas merilis single berjudul Renjana. Sekali lagi, lagu ini ia dedikasikan untuk anak-anak di bawah umur. Awal cerita munculnya ide ini ketika Presiden Party menulis lagu dan akan mengajak temannya bernama Gendon Dalmas. Renjana adalah sebuah kasih sayang, atau ungkapan cinta terhadap seseorang. Ungkapan itu tidak diwujudkan dengan tindakan yang begitu berarti, melainkan hanya sekedar berbagi cinta.

Bercerita ketika seorang bapak yang sikapnya cuek atau pendiam di mata anaknya, tetapi di sisi lain sebenarnya bapak juga memiliki kepedulian yang sangat besar kepada anaknya. Sampai di suatu titik sang bapak dan anak duduk berdua dan bertukar pikiran, di situlah si bapak mencoba memberikan mimpi-mimpi kepada anaknya.

Di dalam karya Renjana ini Presiden Party banyak dibantu oleh koleganya seperti Mahargini mengisi Gitar dan Harmonika, Sigit Pratomo mengisi Synthesizer, Gendon Dalmas, dan ada beberapa anak-anak kecil seperti Afro, Dilly, Cia, Atnan, dan masih banyak lagi mengisi vokal. Karya ini direkam di studio Pregnant Pause milik In Magma.

Ide kreatif Presiden Party tentang peduli anak ini diharapkan terus diolah dan melahirkan karya-karya baru yang bisa memberi pengaruh baik khususnya kepada anak-anak. Sudah sangat jarang musisi yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak. Rata-rata para musisi kurang bisa memikirkan matang-matang apa imbas dari karya yang mereka ciptakan. Semua ini tertutupi oleh popularitas, uang, dan urusan duniawi yang lainnya.