1
HEYRIYOK: TAUREAN GIRL - SINGLE REVIEW
Kisah Gaya Hidup Baru Hingga Pembuktian Untuk Sang Mantan
Oleh: fresh caré
Perimetalk 0,2
20 Agustus 2021

Menarik mundur dua bulan lalu, sejak dirilisnya single pertama “Taurean Girl” pada 8 Juni 2021, rasanya tidak bisa dianggurkan begitu saja menjadi angin lalu. Tiga menit lebih sekian detik, lagu ini dikemas oleh cutie-pie boy Heyriyok dengan nuansa yang berbeda dari album sebelumnya “Our Little Thing”.

Single ini diproduseri oleh In Magma (Pregnant Pause Records Studio). Riyok berkolaborasi dengan Idham Item untuk memvisualisasikan ide menjadi sebuah ilustrasi cover-art atas lagunya. Karya musik ini diaransemen oleh Edo Rivai dengan berpijak pada vibes pop yang konsisten diusungnya. Selain itu, Riyok juga melibatkan beberapa musikus – gitaris Julian Rinaldi, drummer Andrean Wahyu, bassist Yanuar Arifin dan brass trombone Stefanus Rio, yang dikabarkan akan menjadi additional player  tetap untuk karya berikutnya.

Riyok telah membumikan karya dan memulai debut perdananya sejak tahun 2020 silam. Album pertamanya mampu memporak-porandakan perasaan pendengarnya dengan kegelisahannya yang tertuang dalam lirik. Meskipun single terbarunya diklaim memiliki kebaruan musikal, tetap saja lagu ini masih diracik dengan adonan dan blend-blend musik yang ter-influence dari karya sebelumnya. Terlepas dari itu, karya ini tetap saja manis untuk didengar.

Dibuka dengan lead melodi gitar di atas beat-beat yang repetitif, ini menjadi kombinasi gaya yang lembut namun powerful. Lirik yang singkat dan repetitif dimasukkan ke dalam tempo yang upbeat sehingga mudah untuk dipelajari. Nuansa baru baik dalam gubahan melodi dan kisah cerita mungkin bisa menjadi pembeda dari single-single sebelumnya yang terkesan angler. Tak lupa, sisipan energi baru yang lebih agresif dan bersemangat dianggap menjadi pemantik dalam rilisannya serta yang akan datang berikutnya.

Lagu jadi gaya hidup baru

Tahukah kalian dengan Jamie Miller? Penyanyi dan pencipta lagu Here's Your Perfect yang karyanya viral diputar dan digunakan oleh jutaan orang diseluruh dunia melalui fitur Instagram Reels. Dalam beberapa sesi wawancara ia mengatakan bahwa rasa patah hatinya justru menjadi sebuah lagu yang saat ini sangat popular. Atau mungkin kalian juga tidak asing lagi dengan Olivia Rodrigo. Melalui beberapa karyanya, ia sukses melancarkan sarcasm untuk sang mantan dari kisah cinta segitiganya yang sangat rumit.

Patah hati bisa menjadi sebuah aset dalam berkarya. Perjalanan cinta layaknya sebuah drama yang didalamnya ada banyak sekali cerita. Memori-memori itu diringkas menjadi sesuatu yang berharga untuk diolah ke dalam sebuah karya musik. Kini kesedihan dan penderitaan karena cinta tidak lagi hanya berakhir menjadi tangisan belaka tetapi menjadi sebuah tangkisan terhadap para mantan.

Begitu juga dengan Heyriyok, Taurean Girl merepresentasikan seorang perempuan berzodiak Taurus dengan karakter unik yang melingkupinya. Riyok mengimajinasikan perempuan-Taurus berparas edgy, dengan menonjolkan dirinya sebagai gadis tangguh berhati lembut. Bangunan cerita ini diwujudkan ke dalam sebuah lagu dengan versi terbaiknya. Lirik lagu yang dihadirkan terasa sangat dekat dengan memvisualisasikan penampilan si perempuan-Taurus. Tentu perempuan yang dimaksudkan tak lain tak bukan adalah mantan kekasihnya.

Lagu menjadi produk atas dorongan personal yang diolah dari racikan pengalaman, cerita dan musik itu sendiri. Riyok menjadikan musik sebagai alternatif dalam mengekspresikan suasana hatinya. Karyanya menumpahkan kebenaran atas hidupnya sendiri dan dari spekulasi atas percintaanya yang telah kandas, kala itu.

“Gw nulis sesuai apa yang gw mau tulis aja, menyampaikan apa yang gw rasain…” terang Riyok dalam virtual interview (28/7/2021).

Sangat tulus dan relatable, Riyok menjadi sosok penulis lagu yang mencurahkan isi hatinya ke dalam setiap kata yang dia tulis. Ditulis dalam waktu yang relatif singkat, 12/7 atau setengah hari, Riyok menandai kebangkitan kawula muda bertajuk “putus cinta balas dengan karya”. Pasalnya Riyok ingin membuktikan kepada mantan kekasihnya dan bercerita ke orang-orang tentang apa yang ia rasakan serta bagaimana perasaannya terhadap seseorang yang ia cintai. Tentu saja hal sederhana itu yang memotivasi Riyok dalam membangun semangat bermusik.

Fenomena para musikus di atas tampaknya telah menjadi gaya hidup baru dan ajang pembuktian kepada mantan. Mungkin tak cukup hanya ku-buktikan kepadamu saja wahai mantan, sehingga seluruh dunia harus mengetahuinya. Karena tidak dipungkiri lagi bahwa lagu memang menjadi curahan hati terbaik bagi seseorang. Baik dari sisi pencipta sebagai media penyampaian pesan maupun dari sisi pendengar sebagai respon atas perasaan yang terwakilkan.

Lagu yang diperdengarkan berkali-kali akan mempengaruhi pola pikir dan perasaan pendengarnya. Lagu tertentu menggambarkan suasana hati jauh lebih baik, mewakili dan mewujudkan pengalaman pribadi pendengar terutama musikus yang mampu menyuarakan kegelisahan mereka. Selain itu, didukung dengan musikus yang juga menjadi bagian dari generasi mereka. Ini sangat memungkinkan karya-karya menjadi mudah diserap dan diilhami sebagai konsep baru dalam mengekspresikan suasana hati seseorang dibandingkan harus merangkainya dengan kata-kata. Praktik ini sering terjadi di kota-kota besar, kehidupan anak-anak muda modern tercermin dalam sikap ekspresif yang diproduksi, direkam dan disebarkan melalui media sosial, baik melalui gaya berpakaian, tarian, nyanyian, dll.

Seiring berjalannya waktu, lagu bukan lagi sekedar karya yang menyajikan nada dan kata-kata melainkan sebagai gerakan kebebasan yang diikuti secara massive oleh banyak penganutnya. Kesedihan dan keputusasaan menjadi sebuah seni baru yang melibatkan pikiran serta emosional. Riyok hanyalah satu dari banyak kisah kehidupan yang dilagukan, sisanya hanya menjadi bagian cerita yang belum sempat tersampaikan. Ada banyak cara yang bisa dipilih untuk memantapkan hati yang belum pulih. Sudahi putus asamu, mari berkarya bersamaku. Kini, saatnya untuk mematikan lampu, menarik diri ke masa lalu dan biarkan lagu kisah mantanmu menyapu matamu.