2 (1)
​​Mister Gomz: Harmoni Tak Hanya Sekedar Lagu
Oleh: Mukhlis A Nugroho
16 November 2021

Hari pahlawan nasional menjadi momentum seorang Mister Gomz menyuarakan perjuangan demi terciptanya iklim yang lebih baik di skena musik Surakarta. Lelaki yang mempunyai nama lengkap Oktavianus Andila Rizky Dianyasta melangsungkan misi mulia bertajuk "Dari Solo, Oleh Solo, Untuk Solo". Misi mulia itu tak lain adalah konser tunggal dengan membawakan 22 lagu dari band lokal Solo. Sangat jelas, ini tidak muluk-muluk jika kita melabeli konser ini dengan konser perjuangan. Gomz dalam konser ini telah berhasil membuka mata hati dan kesadaran kita untuk benar-benar menghargai karya musik dari band lokal tempat kita hidup. Gomz memperjuangkan supaya band lokal juga mendapat tempat yang lebih baik, paling tidak di rumahnya sendiri yaitu kota Solo. Yaa, dia berhasil mengukir sejarah pertama kalinya di Solo bahkan Indonesia, konser tunggal dengan membawakan 22 lagu dari band lokal dengan berbagai genre.

Rabu malam 10 November 2021 konser itu dilangsungkan dengan begitu hangat. Mister Gomz dengan dibantu Brother Band membawakan 22 lagu dari band asli Solo. mulai dari Down for Life, Soloensis, M.T.A.D, Sweet Killers, Ddcrow&circus, Handarbeni, Cantigi, Samalona, Fun As Thirty, Nothing Special, Jungkat Jungkit, TWCS, MCPR, The Dalgado, Meltic, M.E.D, FAM, Utara, Shati, Sunset, Pop Radio, serta Twinkle. Kehangatan itu begitu terasa ketika para penonton duduk bersila sangat dekat dengan panggung. Sangat akrab, erat, dan penuh emosional dibalut dengan nada saling memuji karya musik antar band, saling kecrok-kecrokan, gojekan, dan sangat cair.  

Atmosfer yang dibangun Gomz sangat luar biasa. Lebih gilaak lagi Mister Gomz berhasil menghipnotis dan pelan-pelan menarik penonton untuk ikut bernyanyi dengan cara menampilkan teks lagu yang dibawakan Gomz pada Screen. Secara tidak langsung Gomz mencoba mengajak untuk mengenali dan memahami karya-karya band lokal yang kebanyakan orang tidak mengenalinya. Dengan terbata-bata, kadang keliru, menebak-nebak lantunan nadanya, para penonton berusaha ikut bernyanyi lagu-lagu yang dibawakan Gomz. Melihat penonton yang berusaha keras ikut bernyanyi itu menjadi tanda Gomz sukses menjadi magnet yang merekatkan harmonisasi masyarakat musik khususnya di Solo. Sekali lagi Gomz sudah berhasil menciptakan kehangatan malam itu.

Harmoni Masyarakat Musik

Masyarakat musik disini meliputi pencipta lagu, musisi, pemakai jasa musik, dan penikmat musik. Ada kebanggaan tersendiri ketika kita berkarya lalu mendapat apresiasi dari orang lain. Apresiasi bisa bermacam-macam bentuknya dari mulai mendengarkan lagu kita, menghafal teks lagunya, mengcover dengan bijak lagu kita, hingga menonton ketika kita perform. Yang dilakukan Gomz di sini adalah mengcover dan mengaransemen ulang 22 lagu dari band lokal. Ini menunjukkan betapa Gomz sangat menghargai karya band lokal. Tidak hanya sekedar mendengarkan saja, tapi juga memahami dan membantu mengangkat ke permukaan karya-karya band lokal yang belum banyak dikenal masyarakat dengan cara mengcovernya dan menggelar konser ini. Sebagai musisi, tentu hal ini juga akan menjadi penyemangat untuk terus berkarya karena karya kita diapresiasi. Mulai dari hal-hal kecil ini bisa membawa menuju keharmonisan masyarakat musik khususnya di Solo.

Bayangkan jika yang dilakukan Gomz ini juga dilakukan musisi se-Solo, pasti sangat indah. Di Solo ini sangat banyak grup-grup band baik yang bergerak di ranah idealis, band di ranah wedding event, Top40, Gathering, ulang tahun, dll. Banyak sekali lagu-lagu yang sudah diciptakan oleh musisi band-band lokal Solo. Tidak harus menggelar konser tunggal, tapi sedikit mengenalkan karya-karya band lokal ketika mereka manggung entah di panggung besar maupun ketika pentas di cafe-cafe dan kedai kopi. Masyarakat akan mulai mengenali band yang dimiliki kota Solo dan sesama musisi band juga saling support mendorong untuk terus berkarya.

Bayangkan juga ketika seluruh cafe, warmindo, kedai kopi, distro, mall, supermarket, dan ruang-ruang publik lainnya memutar lagu karya band-band lokal. Pasti akan terjadi iklim yang sangat harmonis dalam kehidupan masyarakat musik di Solo. Barang kali semua ini juga menjadi impian banyak orang atau musisi yang ada di kota Solo. Yaa hanya sekedar mengajak berandai-andai, tapi sepertinya juga perlu bersama-sama merealisasikannya. Cita-cita ini bisa terwujud jika semua lini mulai dari musisi, pemangku kebijakan, event organizer, dan masyarakat terpanggil hatinya dan mau bekerja sama. Bentuk kerja samanya yaa seperti hal-hal kecil yang sudah kita bicarakan di atas. Semoga Tuhan mempertemukan semua energi positif untuk kemajuan musik di Surakarta. Ammiiin...

WhatsApp Image 2021-11-16 at 8.09.36 PM