Remini20211108164001512
Mampir di Solo, Boneless Records Gelar Hearing and Screening Session Tiga Talent-nya
Oleh: Denis Setiaji
8 November 2021

Minggu 31 Oktober 2021, Boneless Records mampir di Kota Solo membawa tiga talent-nya dalam program Hearing and Screening Session yang bertempat di SORE Soul and Rest Manahan. Diiringi guyuran hujan yang cukup deras, 3 grup band besutan Bonrec tersebut ialah Ruam, Imajinarium, dan Milestone menggerakan skena musik Solo melalui diskusi single dan rilisan video musiknya masing-masing. Peserta dari session ini ialah musisi, media, dan pegiat skena di Solo Raya yang diundang secara ekslusif dan beberapa apresiator lainnya yang ikut melalui menu reservasi terbatas. Program ini dikemas dengan bentuk diskusi yang dibagi menjadi 3 sesi. Pemantik diskusi pada acara ini ialah Arum, seorang komika sekaligus vokalis band The Mudub –local pride-nya Solo.

Sesi pertama dimulai dengan band Ruam asal Wonosari Yogyakarta. Band ini menyajikan screening rilisan pertamanya berjudul “Contentious” yang telah rilis di berbagai platform digital tanggal 20 Agustus 2021. Single ini merupakan debut pertama dari Band yang mengusung konsep “vintage music psychedelic” dengan proses produksi rekaman selama 1 bulan sekaligus penggarapan video musik yang dieksekusi selama kurang lebih 1 minggu. Pada perjalanan diskusi, Ruam menjelaskan konsep dari lagu Contentious yang menceritakan sebagai perjalanan panjang seorang manusia menuju “rumah” masing-masing. Band Ruam terdiri dari Ahmad Tubagus (gitar), Marcellinus Yoga (bass), Rae Yoratian (vokal), dan Luthfi Yudan (drum). Ruam terbentuk secara official oleh gitaris dan basis pada pertengahan tahun 2019. Diskusi dalam sesi ini kemudian berkembang melalui beberapa pertanyaan dari audience berkaitan dengan konsep musikal hingga pergerakan musisi dalam era pandemi.

Sesi berikutnya giliran band asal Banjarnegara bernama Milestone yang mem-present karyanya. 4 Anggota Milestone –harusnya 5 anggota- hadir dalam diskusi yang dipandu oleh Arum. Bhima Dwika (vokal), Yoga Bhakti (gitar/synthetizer), Arroyhan (keyboard/synthetizer), Aulia Rakhman (Bass), dan satu anggota yang tidak bisa hadir yakni Witra Prima (Drum), Milestone menghadirkan foto drummernya saat diskusi, sebuah gimmick konvensional yang unik. Milestone menceritakan single keduanya berjudul “Gemerlap Gelap”, sebuah judul yang cukup unik dan bikin mikir. Karya ini berangkat dari pengalaman-pengalaman anggotanya yang kemudian beririsan dengan konsep Five Stages of Grief. Karya musik yang berangkat dari sebuah fenomena psikologis dari manusia berhasil membuat perbincangan sesi kedua lebih dinamis. Beberapa peserta melontarkan pertanyaan berkaitan dengan konsep penciptaan lagu, bahkan yang lainnya cenderung menanyakan persoalan “dapur” di antara talent dan Boneless Records, termasuk juga persoalan proteksi karya dan hak cipta.

POST SLIDE 1

Sesi terakhir ditutup oleh band “putra daerah” Solo bernama Imajinarium. Art Rock menjadi konsep penting dalam penciptaan karya dari Imajinarium yang beranggotakan Gandhi Astha (vokal/gitar/synthetizer), Hangga Sakti (bass/gitar), dan Bagas Prabowo (drums). Di sesi ini karya yang ditayangkan adalah single pertama berjudul “Sacrifice”. Pada saat diskusi Gandhi Astha menjelaskan bahwa karya ini adalah hasil dari penghayatan Imajinarium atas kondisi lingkungan dan situasi Bumi yang semakin memburuk. Karya ini mencoba merilis keresahan dari Imajinarium yang peduli terhadap keadaan alam yang tak kunjung membaik akibat ulah dari manusia. Diskusi pun berlanjut salah satunya berkaitan dengan bagaimana Imajinarium memiliki konsentrasi khusus terhadap environtmental crisis. Guyuran hujan yang stabil di malam itu seolah berbanding lurus dengan semangat tim Boneless Records dan antusias para audience di acara itu. Sesi kemudian ditutup dengan foto bersama para pegiat skena Solo dan Yogya. Acaranya menurut penulis gayeng dan keren!