Post Feed
LEWAT RETISALYA, ONYEX KISAHKAN PENGORBANAN DAN KEHILANGAN
Oleh: Denis Setiaji
25 Januari 2022

Kisah percintaan memang selalu menjadi isu “trending” yang dibangun melalui “algoritma” kreativitas musisi apapun genrenya. Sejumlah kata kunci selalu muncul sebagai sebuah akibat dari praktik cinta-mencintai. Mulai dari kata kebahagiaan dan perjuangan, hingga pengorbanan dan kehilangan yang apabila diproyeksikan dalam sebuah karya musik, orang menjadi begitu mudah jatuh beririsan. Tema-tema tersebut seakan tidak pernah habis menjadi material dalam sebuah proses kreatif, khususnya musisi. Tak terkecuali Onyex. Musisi solo dari Kota Pontianak ini menjadi salah satu yang mengambil bagian, mengeroyok tema percintaan dalam karyanya yang baru saja dirilis awal tahun ini.

Onyex bernama asli Rizky Arisandi, ia baru-baru ini meluncurkan sebuah single tepatnya tanggal 7 Januari lalu, berjudul Retisalya, yang berkisah tentang pengorbanan dan kehilangan. Retisalya konon diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki sejumlah arti. Bisa diartikan luka dalam hati seorang anak perempuan, bisa juga diartikan sebuah cinta yang sarat akan pengorbanan. Di dalam single “Retisalya” kali ini, Onyex mencoba menuangkan perasaan sakitnya di tinggal orang yang mereka cintai.

Para pecinta musik tanah air sudah bisa melihat di semua platform digital streaming seluruh Indonesia. Di dalam official music video yang dirilis Onyex, penulis bisa merasakan bagaimana nuansa musik dari Retisalya. Di awal atmosfer musik yang dibangun melalui gitar akustik, ngepop, dan sedikit ngefolk. Kita bisa melihat bagaimana seorang laki-laki yang duduk dikursi menghadap sebuah meja dengan secarik kertas, bolpoint, dan minuman, mencoba secara semiotis seakan mengirimkan pesan kepada penonton can you feel how depress I am? Diperkuat dengan beberapa kalimat yang ditulis dan ditempelkan ditembok, seperti “matahari terbit dan terbenam menyisakan rindu”, “seperti mengeringkan air laut, seperti itu menghapusmu di kepalaku”, “my pain is my best friend” “How do I explain this feeling”, dan lainnya yang biasa berlaku terhadap komunitas bucin 5.0. Bucin gak masalah dong, Bucin budaya masyarakat Indonesia!

Lagu Retisalya cocok banget bagi yang ingin menguras air mata pasca putus, ditinggal nikah, pacar selingkuh sama driver ojol, pokoknya serba serbi ditinggal yang dicintai serta berdampak luka mendalam apapun alasannya. Rekomendasi lainnya, untuk para kawula yang sedang self healing karena kehilangan, mungkin boleh dengerin lagu kalau udah berdamai dengan keadaan. Lagu yang dalam dan keren!

Fyi, sebelumnya Di tahun 2020, Onyex juga merilis EP yang berisikan 4 track. Di mana EP tersebut diberi nama “Ora Et Labora”. Monggo geruduk, nikmati, dan tunggu karya-karya Onyex selanjutnya!