2 (4)
Jungkat-Jungkit Berbagi Lengkung Pelangi
Oleh: Mukhlis A. Nugroho
23 Agustus 2021

Mengawali perjalanan bersama dengan selera musik yang tidak jauh berbeda yakni musik Folk dan Blues, Said Abdullah dan Safina Nadisa memutuskan untuk membuat Jungkat-Jungkit sebagai rumah dalam berkarya. Meskipun mereka melewati perjalanan musik yang berbeda, pun akhirnya dua insan ini dipertemukan waktu itu sama-sama menjadi anggota komunitas Blues Kota Solo. Tepat dibulan kemerdekaan, Agustus 2013 Jungkat-Jungkit lahir dengan format duo akustik bernuansa bluesy.  

Jungkat-Jungkit tak hanya sekedar paduan dua kata bak permainan anak yang sering kali kita lihat di pojok Play Group atau Taman Kanak-kanak. Jungkat-Jungkit memiliki makna keseimbangan. Bila mendengar nama band ini, seperti diajak bernostalgia dengan masa kecil kita. Mengingat kembali waktu bermain Jungkat-Jungkit, bahwa kita harus sama-sama mengatur keseimbangan dengan lawan bermain kita supaya permainan Jungkat-Jungkit dapat bergerak seimbang naik dan turun secara bergantian dan teratur. Barangkali waktu masih kanak-kanak kita belum berpikir jauh akan keseimbangan itu, hingga terkadang sifat nakal muncul dan kita membiarkan lawan bermain kita teriak-teriak ketakutan karena sengaja kita biarkan dia di atas terus. Begitulah, ternyata keseimbangan itu penting dalam berbagai konteks kehidupan. Jungkat-Jungkit adalah sebuah doa dan harapan semoga hidup ini senantiasa seimbang.

Banyak panggung sudah pernah dicicipi oleh Jungkat-Jungkit dari panggung kecil hingga besar, dari pelosok desa hingga kota, dan dari dalam negeri hingga luar negeri. Jungkat-Jungkit sempat melawat ke India dan Jerman membawa nama Indonesia. Tak hanya format duo, dengan Said pada lead guitar / backing vocal / harmonica dan Adis pada rhythm guitar / lead vocal, mereka terkadang tampil dengan format full band bersama additional players.

Lengkung Pelangi

Selasa, 10 Agustus 2021 masih dalam suasana PPKM karena virus Covid 19, tak menjadi mendung penghalang munculnya Lengkung Pelangi yang indah. Ia menjelma menjadi energi baru dan ruang tempat leburnya segala keluh kesah. Lengkung Pelangi adalah single kedua yang dihasilkan oleh Jungkat-Jungkit dengan penuh liku perjuangan yang amat panjang. Teks lagu ini ditulis pada tahun 2015 dan baru masuk ke dapur rekaman pada tahun 2018 di studio Jogja Audio School. Setelah mengalami mandeg tanpa ada progres, mereka berpikir untuk segera menyelesaikan lagu ini dan memutuskan untuk pindah studio. Akhrinya, Lengkung Pelangi diselesaikan di Pregnant Pause Records pada akhir 2020.

Walaupun baru dirilis tahun ini, Lengkung Pelangi sudah menemani Jungkat-Jungkit di beberapa panggung. Tak hanya itu, ia juga menjadi salah satu teman setia dan menjadi saksi perjalanan hidup Safina Nadisa dan Said Abdullah. Berpacaran, melewati kehidupan pernikahan, hamil lalu keguguran, sampai melahirkan buah hati pertamanya adalah proses yang dilewati bersama Lengkung Pelangi.

Lagu ini adalah gambaran tentang senyuman yang punya dampak besar bagi banyak hal. Perasaan, hubungan, dan suasana, bisa berubah drastis hanya dengan sebuah lengkung senyuman dari kita. Jungkat-Jungkit mencoba menganalogikan senyuman itu seperti Lengkung Pelangi, karena bentuknya yang melengkung dan maknanya yang berwarna-warni. Lengkung Pelangi dirilis ekslusif di radio pada tanggal 11 Agustus 2021 dan akan berada di seluruh digital music platform pada 22 Agustus 2021. Lengkung Pelangi menjadi single kedua setelah single pertama berjudul Kuku yang diluncurkan pada tahun 2014 silam. Single ini juga merupakan jembatan untuk menuju full album yang akan dirilis akhir tahun ini sekaligus bertepatan dengan ulang tahun Jungkat-Jungkit. Semoga lancar dan sukses.