Foto Lajem
​​Bercerita di Balik Koyo-Koyo
Oleh: Mukhlis A Nugroho
6 Oktober 2021

Melaju pesat, tak terbendung, ngegas banter, dan masih banyak lagi kata yang bisa disematkan untuk menggambarkan begitu cepatnya perkembangan teknologi. Tak terkecuali teknologi media berbasis platfom digital untuk mengunggah karya musik. Tinggal satu klik saja, karya musik yang kita buat sudah bisa dinikmati oleh orang di berbagai penjuru dunia. Di balik kemudahan yang sudah bisa dinikmati para musisi ini tidak lantas membuat Latar Jembar langsung ikut menikmatinya. Mereka justru menggunakan kaset pita untuk mempublikasikan karya musik yang mereka ciptakan.

24 Juni 2021 Latar Jembar merilis album perdana mereka bertajuk “Koyo-Koyo” dengan kemasan kaset pita. Terpendam berbagai rasa dan cerita di balik pemilihan tanggal rilis album ini. 24 Juni adalah hari ulang tahun salah satu personil Latar Jembar yaitu Iwitembong yang telah mendahului berpulang. Selain itu, album “Koyo-Koyo”, merupakan persembahan perjalanan tahun kedelapan orkes ini berproses setelah melewati pasang-surut dan keluar masuk personil. Orkes kampung yang didirikan oleh Eko Pethel, Bani Nasution, Zen Al Ansory dan Bayu Susilo ini akhirnya memiliki 6 personil tetap Eko Pethel, Bayu Susilo, Ronny Rontok, Ichwan Fahmi, Gandhi Arya dan Robing Adi Irawan. Setelah sebelumnya pada proses rekaman album “Koyo-Koyo” ini, Latar Jembar kehilangan salah satu personilnya yaitu Iwitembong. Album ini berisi 8 nomor lagu yaitu Mars Latar Jembar, Motor Silihan, Laweyan, Laminating, Mas Noer, Jatuh Cinta, Sego Liwet, dan Lilo.  

Seluruh lirik ditulis oleh Eko Pethel dan melodi pada lagu-lagu ini dikemas bersama-sama oleh semua personil Latar Jembar. Lirik-lirik polos khas kampung, ungkapan canda, pengalaman hidup, perumpamaan seruan cinta yang menyenangkan-menyedihkan, membingkai cerita setiap lagunya. Mulai dari seruan semangat untuk mengajak pendengar bergoyang bersama di lagu pembuka side-A “Mars Latar Jembar”. Lagu dengan gaya storytelling bertema optimisme tentang Kampung Laweyan di mana menjadi ruang kelahiran orkes kampung ini diberi judul “Laweyan”. Perasaan kehilangan mendalam akan seorang sahabat dan juga personil Latar Jembar Iwitembong dibingkai melalui rekam momen sederhana yang berkesan selama perjalanan mengenal, hidup dan tinggal bersama sosok Iwit lewat lagu “Mas Noer” di awal side-B.

Lirik-lirik dalam 8 nomor lagu menempati ruang yang dekat dan polos khas bertutur lisan ala kampung melalui sudut pandang yang unik. Misalnya dalam single lagu “Jatuh Cinta” yang telah drilis video musiknya memiliki cerita gaya anak kampung yang polos ketika di mabuk cinta. Perasaan ini cukup mewakili bagi semua yang pernah mengalami asyiknya mabuk cinta. Pada hari Kamis, 17 Juni 2021 video musik “Jatuh Cinta” sudah dapat ditonton di platform Youtube Tumpi Music.

Usaha Dagang Latar Jembar Records bersama Al Ansory Foundation adalah orang-orang di balik layar proses rilisnya album ini. Sebagai rilisan album pertama ini, Latar Jembar diproduseri oleh Zen Al Ansory. Selain itu, untuk pembuatan platform rilisan musik video bekerja sama dengan Joko Narimo dari Tumpi Musik. Album “Koyo-Koyo” juga mendapat sentuhan tangan kreatif Bani Nasution sebagai penggores cover designer.

Kabar yang cukup mengagetkan adalah dalam album ini para personil Latar Jembar melakukan studi tour ke beberapa studio musik di Solo. Tercatat di antaranya adalah Biru Music Studio, Bigbags Studio, Susah Senang Records dan Pregnant Pause Records menjadi tempat mereka untuk eksplorasi, merekam detail aransemen, hingga mixing sampai mastering dari semua materi lagu pada album ini. Proses duplikasi audio ke dalam kaset pita dilakukan di Lokananta Studio sebagai bukti otentik dari sejarah, mereka ingin menghadirkan pengalaman untuk mendengarkan musik melalui rekaman kaset tape di kalangan generasi milenial saat ini.

Mulai sekarang, album “Koyo-Koyo” sudah bisa didapatkan melalui kontak Manajer Latar Jembar Dimas (08995275871) dan direct message melalui akun Instagram Latar Jembar @latarjembar. Bersamaan dengan rilis kaset tape, akan dirilis juga secara berurutan produk-produk kreatif lainnya yaitu video musik dan video lirik. Untuk kaset tape akan didistribusikan secara independen sebelum nantinya dirilis dalam platform digital. Turunan produk kreatif lainnya tersedia juga format boxset yang berisi kaset tape, t-shirt, bandana, bendera, pin, korek api dan stickers pack dalam jumlah terbatas. Selamat dan semoga konsisten.