WhatsApp Image 2022-01-17 at 09.09.36
Angkat Isu Disabilitas, Down For Life Rilis Children Of Eden
Oleh: Mukhlis A. Nugroho
19 Januari 2022

Anggapan masyarakat awam tentang musik metal baik dari kalangan pecinta musik hingga orang yang tidak suka musik, sering kali melabeli musik metal dengan stigma yang negatif. Sejatinya, semua aliran musik pun sebenarnya merupakan karya seni yang patut dihargai karena lahir dari pemikiran-pemikiran para komposer yang mengandung maksud dan tujuan-tujuan tertentu. Begitu juga dengan musik metal. Menilai musik sejatinya bisa dari berbagai sudut pandang mulai dari musik itu sendiri, teks musik, hingga apa maksud dan tujuan yang terkandung dalam lagu itu. Barangkali ketika seseorang tidak paham dengan musiknya, mungkin perlu mencoba membaca teks lagunya sebelum memberi penilaian terhadap musik. Tidak lantas bilang musik kok ora cetho, gedombrengan, njerit-njerit, bengak-bengok ora penak dirungokne.

Masyarakat Indonesia yang terkenal dengan lemah minat bacanya (atau istilahnya malas membaca) lantas dengan mudah saja melabeli musik metal dengan sesuatu yang negatif. Yaa, kita tahu bahwa musik metal sangat identik dengan teknik vokal scream, Growl, Grunt, pigsquel, dan sejenisnya, yang terkadang membuat tidak terlalu jelas apa teks yang sedang digaungkan oleh sang vokalis. Namun, sebagai masyarakat yang cerdas harusnya kita melihat teksnya secara langsung sebelum membuat penilaian tentang metal. Bukan semena-mena langsung melabeli musik metal dengan stigma negatif. Kalau masalah bentuk musiknya, yaa itu sudah berurusan dengan selera masing-masing orang.

Terlepas dari label negatif tentang musik metal, mari kita sejenak membuang energi negatif tadi dan mencoba menengok band metal kebanggaan kota Solo yang baru saja merilis single baru mereka. Masih panas kemampul dan siap untuk dirahapi karya baru dari mereka yang bisa dikatakan berbau romantis. Musik metal kok romantis? Yaa itu lagi-lagi kan relatif dan sesuai selera masing-masing. Yang menarik dari single baru ini adalah pendedikasian musik metal untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Penasaran dengan siapa mereka dan bagaimana lagunya?

Legium metal kebanggaan kota Solo ini adalah Down For Life. Setelah di tahun 2020 kemarin melepas dua single anyar berjudul "Mantra Bentala" dan "Apokaliptika", Down For Life kini kembali menggebrak kancah musik keras dalam negeri melalui nomor "Children Of Eden" yang dilepas tanggal 15 Januari 2022. Proses penggarapan single ini dikerjakan dalam periode waktu yang cukup panjang, semenjak tahun 2019, karena para personilnya sendiri berada di beberapa kota berbeda," ujar sang vokalis, Stephanus Adjie. Yang juga cukup menarik, dua nama muda kini resmi bergabung dalam formasi baru Down For Life, Mattheus Aditirtono (bass), dan Adria Sarvianto (sequencer).

Lagu "Children Of Eden" sendiri mengangkat cerita tentang anak-anak berkebutuhan khusus. Malik, anak kedua dari Kukuh Prasetyo Hadi, kerabat dekat Down For Life, serta Keysha, keponakan dari Stephanus Adjie.Adjie berpendapat bahwa keduanya tidak pernah memilih untuk terlahir dengan kondisi tersebut. Meski memiliki beberapa keterbatasan, namun dengan hebatnya mereka tumbuh sebagai pribadi yang luar biasa tanpa perlu meminta kasih sayang berlebih atau pun kesempatan spesial, keduanya justru lebih ingin mendapat perlakuan yang sama seperti orang lain dan sebagai manusia sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Hal tersebut yang kemudian digarap sedemikian rupa, sebuah tribute dengan gaya penyampaian yang gagah khas Down For Life.

Berikut lirik lagu Children of Eden

You were born with faith 

kamu lahir dengan keyakinan

Pure and flawless 

murni dan sempurna

Parry adam and eve’s blood 

membawa darah Adam dan Eva (Hawa)

Blessed 

diberkahi

 

Children of heaven 

anak-anak surga

Waft peace and hope 

penghembus kedamaian dan harapan

 

Children of eden

anak-anak (taman) Eden

Holder the world’s throne 

pemegang kekuasaan dunia

 

your arrival has been awaited

kedatanganmu (telah) dinantikan

atonement for human sins 

penebus(an) untuk dosa-dosa manusia

guide to the path of light

pemandu menuju jalan terang

trusted 

dipercaya (tepercaya)

 

children of heaven 

anak-anak surga

waft peace and hope 

penghembus kedamaian dan harapan

children of eden 

anak-anak (taman) Eden

holder the world throne 

pemegang kekuasaan dunia

 

you have no weakness 

kamu tidak punya kelemahan

you have no weakness

kamu tidak punya kelemahan


Tidak hanya tema yang terasa begitu segar, Down For Life juga coba menampilkan artwork dalam nuansa baru kepada para penggemar. Ilustrasi bergaya Renaissance hasil kolaborasi seniman Jahlo Gomes dan Ardha Lepa hadir sebagai wajah utama dari "Children Of Eden". Karya tersebut juga kemudian dikembangkan menjadi video musik yang juga jauh berbeda dengan visual Down For Life biasanya. Untuk pengerjaannya Jahlo dan Ardha dibantu oleh Reka dari Bandung, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Revenge The Fate.

Down For Life juga menyiapkan khusus bagi single "Children Of Eden". Tiga lini digandeng sekaligus untuk mengurus program kampanye membantu anak- anak berkebutuhan khusus, ada Rown Division, Belukar League dan Blackandje Records. Hasil keuntungan dari penjualan ini akan disumbangkan kepada yayasan di kota Solo yang mengurusi hal-hal seputar kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.

Urusan rekaman, Down For Life merampungkan lagu ini di Darktones Studio milik Blackandje Records dan mempercayakan proses mixing serta mastering kepada Adria Sarvianto dan Hamzah Kusbianto. "Untuk rencana ke depannya, akan ada beberapa single lagi yang menjadi bagian dari album penuh yang akan datang. Ada juga kejutan-kejutan lain yang sudah kami siapkan di tahun 2022 ini. Gassssss!